8 Tempat Wisata Rohani Katolik di Yogyakarta

Saat beban hidup kian mendesak dan kepala mulai penat dengan berbagai permasalahan, maka berarti tiba saatnya untuk undur sejenak. Undur sejenak, untuk beristirahat dan kembali menyegarkan pikiran. Tak ada pelipur lara yang lebih indah daripada Sang Pencipta sendiri. Dekatkan diri pada Sang Ilahi, karena Dia yang bisa menjawab setiap pergumulanmu. Mari, langkahkan kakimu dan berziarahlah. Di Yogyakarta, bagi umat Kristiani, ada cukup banyak tempat wisata rohani yang bisa menjadi oase bagi mereka yang haus akan Tuhan. Klikers, berikut 8 tempat wisata rohani Katolik di Yogyakarta.

1. Gereja Ganjuran

Gereja Ganjuran

Kristus dalam Busana Jawa

Di Gereja Ganjuran, Anda dapat melihat Kristus dalam wajah Jawa. Gereja Ganjuran, atau lengkapnya Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran, terletak di Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta. Gereja ini mulai dibangun pada tahun 1924 dan selesai pada tahun 1927. Gereja ini diprakarsai oleh Joseph Smutzer dan Julius Smutzer, dua bersaudara yang mengelola Pabrik Gula Gondang Lipuro yang mencapai masa keemasan pada tahun 1918 – 1930. Bangunan gerejanya memiliki perpaduan arsitektur Eropa, Jawa, dan Hindu. Di Gereja Ganjuran ini, Anda juga dapat mengunjungi Candi Hati Kudus Yesus. Candi ini memiliki teras dengan relief bunga teratai dan patung Yesus dengan pakaian Jawa. Di gereja ini Anda juga dapat melihat patung Bunda Maria dalam pakaian jawa. Gereja Ganjuran secara rutin mengadakan misa dalam bahasa jawa dengan nyanyian lagu yang diiringi gamelan.

2. Sendangsono

Goa Maria Sendang Sono

Sendangsono

Tempat wisata rohani katolik di Yogyakarta yang paling terkenal bisa jadi adalah Sendangsono. Sendang artinya mata air dan sono artinya pohon sono. Memang mata air di Sendangsono ini terletak di bawah pohon sono. Pada tahun 1904, Romo Van Lith datang dan membaptis 173 warga Kalibawang dengan air sendang. Sejak saat itulah, tempat ini menjadi tempat perziarahan umat Katolik. Peristiwa pembaptisan ini tergambar dalam relief di salah satu kapel. Kompleks ziarah Sendangsono ini terdiri dari kapel-kapel kecil, lokasi Jalan Salib, Gua Maria, pendopo, sungai, dan kios penjualan perlengkapan doa. Kompleks ziarah Sendangsono yang sangat indah ini dirancang oleh Romo YB Mangunwijaya dan memperoleh Aga Khan Award, sebagai arsitektur yang akrab dengan lingkungan. Sendangsono kerap dijuluki sebagai Loudes-nya Indonesia. Sendangsono berlokasi di Desa Banjaroya, Kalibawang, Kulonprogo, Yogyakarta.

3. Sendang Sriningsih

Gua Maria Sendang Sriningsih

Sendang Sriningsih

Sendang Sriningsih merupakan tempat wisata rohani Katolik di Yogyakarta yang terletak di kawasan Prambanan. Persisnya di daerah perbukitan di Dusun Jali, Desa Gayamharjo, Prambanan, Kabupaten Klaten. Kawasan yang kini menjadi tempat ziarah Sendang Sriningsih ini dikeramatkan dan dulunya sering dipakai untuk bersemedi. Namanya dulu adalah Sendang Duren. Lalu pada tahun 1935, Sendang Duren mulai dibangun menjadi tempat ziarah. Namanya pun berganti menjadi Sendang Sriningsih. Sriningsih memiliki arti perantara segala rahmat. Walaupun saat ini sumber asli sendang tidak lagi terlihat, namun pengunjung dapat mengambil air dari pancuran yang ada. Ajaibnya, Sendang Sriningsih ini tidak pernah mengalami kekeringan sekalipun sedang musim kemarau panjang. Untuk mencapai Sendang Sriningsih, terlebih dulu Anda harus mendaki bukit melewati ratusan anak tangga yang membelah hutan.

4. Salib Suci Gunung Sempu

Salib Suci Gunung Sempu

gunung sempu

Bukit Sempu adalah sebuah bukit kecil di pinggiran kota Yogyakarta yang termasuk dalam Kabupaten Bantul utara. Lokasi tepatnya yaitu di Jl. Rakai Hino, komplek PPLH Gunung Sempu, Kasihan, Bantul. Di puncak Bukit Sempu ini Anda dapat melihat sebuah Salib besar dari kayu tanpa corpus (Tubuh Kristus). Di samping salib besar tersebut terdapat sebuah gereja kecil yang indah bernama Gereja Salib Suci Gunung Sempu. Gereja Sempu ini dibangun pada tahun 1990. Suasana di puncak bukit yang hening dengan semilir angin sepoi sungguh membuat suasana doa menjadi lebih khidmat. Di sini, Anda juga dapat menemukan Sumur Yakub, yaitu sumur sedalam 33 meter yang tidak pernah kering. Para pengunjung boleh mengambil air dari sumur tersebut. Terdapat juga panti novena dengan Patung Maria Berduka.

5. Gua Maria Tritis

Bukit Golgota Gua Maria Tritis

Bukit Golgota

Gua Maria Tritis merupakan salah satu tempat wisata rohani Katolik di Yogyakarta yang cukup unik. Bila biasanya Gua Maria berupa gua buatan, maka Gua Maria Tritis ini merupakan gua alami lengkap dengan stalaktit dan stalagmit. Bahkan Anda dapat mendenger cericit kelelawar ataupun air yang menitik dari bebatuan. Tempat ziarah Gua Maria Tritis ini tergolong sederhana. Hanya ada patung Bunda Maria dan sebuah salib besar. Dalam kesederhanaan, kita bisa belajar untuk lebih mensyukuri hidup kita. Untuk mencapai Gua Maria Tritis, Anda harus berjalan kaki menyusuri jalan yang membelah ladang jati. Di beberapa tempat terdapat stasi-stasi dengan diorama Jalan Salib. Gua Maria Tritis ini terletak di tepi Jalan Lingkar Selatan Gunungkidul tepatnya di Dusun Bulu, Desa Giring, Kecamatan Paliyan. Jaraknya dari kota Yogyakarta kurang lebih 50 km. Di kompleks Gua Maria Tritis ini juga terdapat pondok penginapan.

6. Gua Maria Lawangsih

Goa Maria Lawangsih

lawangsih 3

Pada awalnya, Gua Maria Lawangsih hanya merupakan sebuah gua yang dihuni kelelawar, dikelilingi semak belukar dan pintu masuk guanya pun kecil saja. Dalamnya pun gelap dengan bau kotoran kelelawar. Namun, itu dulu. Kini gua yang terletak di perbukitan Menoreh itu sudah bertransformasi menjadi tempat ziarah Gua Maria Lawangsih. “Lawang” dalam bahasa jawa artinya pintu atau gerbang, sementara “sih” dari kata “asih” yang artinya cinta, rahmat, kasih sayang. Secara rohani, kata “Lawangsih” merujuk pada Bunda Maria sebagai perantara rahmat surgawi. Di samping Gua Maria Lawangsih, terdapat patung Kristus Raja memberkati setinggi 3 meter. Sementara di belakang goa terdapat ruang doa. Tempat ziarah Gua Maria Lawangsih ini juga dilengkapi dengan Kapel Stasi Santa Perawan Maria Fatima. Gua Maria Lawangsih diresmikan pada Mei 2009 dalam sebuah perayaan Ekaristi. Gua Maria Lawangsih berada di dusun Patihombo, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo

7. Sumur Kitiran Mas

Sumur Kitiran Mas

gereja maria assumpta

Tempat wisata rohani katolik di Yogyakarta yan tak kalah unik adalah Sumur Kitiran Mas. Sumur ini berada di dalam Gereja St Maria Assumpta di Paroki Pakem. Letak sumur hanya beberapa meter dari altar gereja. Asal mulanya, ada sebuah jambangan air di bawah patung Bunda Maria agar suasananya menjadi sejuk saat orang berdoa. Namun, kemudian banyak umat yang meminum air tersebut lalu mengalami kesembuhan. Romo paroki saat itu, yaitu Rm G.P. Sindhunata, S.J lalu memutuskan melakukan penggalian dan menemukan mata air. Di dalam gereja saat ini ada dua buah sumur. Sumur yang kecil merupakan sumur asli yang digali pada tahun 1985. Sedangkan sumur yang lebih besar digali pada tahun 2002 setelah sumur kecil kurang memadai untuk melayani peziarah. Para peziarah boleh mengambil air sumur dengan wadah kendi kitiran mas yang disediakan dan memberikan donasi. Gereja St Maria Assumpta ini berlokasi di Jl Kaliurang km 17, Pakem, Kaliurang, di jalan utama menuju tempat wisata Kaliurang.

8. Gua Maria Sendang Jatiningsih

Gua Maria Jatiningsih

Jatiningsih

Gua Maria Sendang Jatiningsih berlokasi di Dusun Jitar, Desa Sumber Arum, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, DIY. Sesuai dengan namanya, tempat ziarah ini dipenuhi dengan pohon jati. Dalam keteduhan pohon-pohon jati yang rindang dan kemerisik daun yang ditiup angin, kompleks Gua Maria Sendang Jatiningsih ini dibangun dalam kesederhanaan. Semua bangunannya berbentuk pendopo terbuka tanpa dinding, dengan tiang dari kayu jati dan genting tanah. Satu-satunya bangunan dengan keramik hanyalah pendopo utama yang digunakan sebagai altar untuk merayakan ekaristi. Di sebelah kiri altar, terdapat Gua Maria dengan pohon-pohon jati di belakangnya. Di Sendang Jatiningsih ini juga terdapat mata air yang dialirkan melalui keran-keran. Air yang mengalir ini dinamakan “Tirta Wening Banyu Panguripan”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s