8 Kebohongan Ibu Dalam Hidupnya

bahasa-ibu21Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kankangat tua, menatap aku dengan penuh kerer lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu ! ” Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

Sumber: motivationplannet.wordpress.com/2010/10/18/8-kebohongan-ibu-dalam-hidupnya/

Advertisements

Motivation of Live

1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

2. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

3. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.

4. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun , dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap- cakap lama dengannya.

5. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

6. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula.

7. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

8. Orang-orang yang paling berbahagiapun tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

9. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu.

10. Hanya diperlukan waktu seminit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.

11. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang- orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

12. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.

13. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.

14. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

15. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.

16. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu
dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian, janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

17. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang- orang disekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.

So, have you ever thought that life is so simple and beautiful?

Sumber: motivationplannet.wordpress.com/2009/05/20/motivation-of-live/

Jam Tangan

jam

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?” “Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?” “Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?” “Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.

“Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?” “Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya. Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada
si jam. “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?” “Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

Sumber : motivationplannet.wordpress.com/

Aku Mencintaimu dalam Diam

tumblr_m34osufk5Z1qmmkp8o1_1280Disaat semua orang sibuk merebut perhatianmu, aku hanya diam di tepian hatimu, menanti celah itu terbuka
Sesekali kau melirikku, mungkin bertanya-tanya dalam hati, apa yang aku inginkan sesungguhnya
Aku tak ingin apapun, bahkan dirimu
Aku menikmati cinta yang meletup-letup dalam hatiku
terlihat naif memang
namun aku menikmatinya
Cinta tidak akan selesai hanya dengan sekedar memiliki raganya
Aku jengah dengan cinta yang seperti itu
Raganya bersamaku, namun cintanya terbang dan hinggap dari satu ke lainnya

Lebih nyaman dengan aku yang sekarang
menikmati cinta dalam diam
Aku bukan pecundang yang tak mampu ungkapkan rasa dalam kata
namun mencintaimu dalam diam, rasanya lebih indah
karena kamu terlalu indah untuk sekedar dijadikan teman bersanding sementara

Cinta bukan perkara satu tahun, dua tahun, tiga tahun bersama
Lebih dari itu, cinta yang tulus adalah yang mampu diam, bertaruh dengan egoisme ingin memiliki
Cinta bukan hanya masalah memiliki raga yang bisa dipertontonkan ke khalayak ramai
Aku tak (lagi) butuh cinta seperti itu

Siapa yang lebih tulus mencinta?

Aku tak berhak mengklaim diriku yang terbaik
Aku hanya sepotong kecil dari susunan cerita dalam hidupmu
Namun ketika potongan kecil itu pergi, gambarannya pasti takkan lagi sempurna

Aku mencintaimu dalam diam,
menikmati irama cerita cinta ini
menenangkan, menyenangkan, mendamaikan hati yang kadang gundah

canda tawa dan gurauan hangat yang tercipta akan menjadi penguatku untuk tetap menyembunyikan cintaku dalam diam.
Aku bukannya tak mampu berbicara
Namun aku mencintaimu lebih tulus, lebih dalam dari sekedar kata-kata

Biar waktu yang menjawab, cinta siapa yang lebih kuat

Seringkali kau meragukan cinta yang kupunya, biarlah, tak mengapa

Kelak, pada akhirnya nanti, kamu akan malu sendiri,

Siapa yang cintanya lebih terbukti?
Cintamu yang dihiasi janji-janji manis dalam untaian kata,
ataukah cintaku yang diam namun penuh dengan ketulusan?

Biar waktu yang menjawab …

Aku hanya ingin diam, seperti saat ini, dan seterusnya 🙂

5 Manfaat Ampas Teh

Teh merupakan salah satu minuman yang banyak disukai oleh masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa hingga orang yang sudah tua sekalipun. Biasanya teh dikonsumsi sebagai minuman penganti kopi karena di dalam teh terdapat kandungan kafein yang lebih sedikit di bandingkan dengan kopi.

Konon katanya, masyarakat jaman dulu sudah mengenal minuman ini. Namun, pada saat ini teh sudah dikemas dalam bentuk yang lebih praktis yaitu berupa kantongn kecil yang di dalamnya terdapat daun teh yang sudah dikeringkan. Cara pembuatannya pun cukup mudah, yaitu hanya menyeduhnya di dalam air panas kemudian bisa ditambahkan dengan gula atau madu secukupnya.

Teh juga merupakan minuman yang dapat dicampur dengan sari buah dan bunga, sehingga rasanya akan lebih menyegarkan. Salah satu hasil olahan teh dengan sari buah dan bunga diantaranya adalah lemon tea, apple tea, teh melati dan lain-lain. Dengan adanya teh dengan berbagai rasa tersebut, membuat orang yang mengkonsumsinya tidak merasa cepat bosan dengan rasa teh yang itu-itu saja.

Ketika membuat dan menyeduh teh, biasanya seseorang akan langsung membuang ampas teh tersebut setelah digunakan / diseduh sebanyak 1 – 2 kali. Namun, sebaiknya mulai sekarang jangan biasakan untuk terburu-buru membuang ampas teh yang sudah digunakan karena di dalamnya terdapat kandungan senyawa yang berguna untuk kecantikan wajah.

Situs manfaat.co.id mengungkapkan bahwa di dalam teh terdapat kandungan polifenol dan minyak esensial. Kandungan polifenol tersebut sejenis antioksidan bioflavonoid yang memiliki kemampuan 25 kali lebih efektif dibandingkan dengan vitamin E dan 100 kali lebih efektif daripada vitamin C. Sementara kandungan minyak esensial di dalamnya memiliki fungsi utama, yaitu untuk membantu proses pembentukan.

Dengan adanya semua kandungan tersebut, sudah dapat dipastikan bahwa ampas teh ini mempunyai manfaat untuk kesehatan dan kecantikan kulit wajah. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, bacalah artikel ini hingga selesai karena di sini akan dijelaskan tentang manfaat ampas teh. Inilah beberapa manfaat ampas teh yang dianalisir dari spirit.web.id, adapun beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

Teh_1450369584

5 Manfaat Ampas Teh

  1. Mengatasi Jerawat
    Di dalam kantong teh terdapat kandungan antioksidan, vitamin C dan vitamin E yang dapat digunakan untuk mengatasi jerawat dengan cara menggunakan ampas teh yang sudah didiamkan semalaman untuk dijadikan sebagai masker wajah, diamkan selama 10 – 15 menit sebelum dibilas agar mendapatkan hasil yang maksimal.
  2. Memudarkan Noda Hitam Bekas Jerawat
    Tak hanya dapat digunakan untuk menghilangkan jerawat, masker ampas teh juga dapat digunakan untuk memudarkan noda bekas jerawat dan flek-flek hitam. Cara mengaplikasikannya hanya dengan mengoleskan ampas teh pada noda hitam ataupun flek-flek hitam secara teratur, diamkan selama 15 – 20 menit kemudian bilas dengan air bersih.
  3. Membantu Menyembuhkan Kulit yang Terbakar Matahari
    Pada umumnya, orang yang terlalu sering melakukan aktivitas di luar ruangan kulitnya akan mudah terbakar sinar matahari jika tidak menggunakan tabir surya ataupun sunblock. Namun apabila sudah terlanjur terbakar, kulit wajah akan memerah dan akan terasa perih. Untuk mengatasinya, dapat dilakukan dengan meletakkan kantong teh yang sudah dingin ke dalam bak mandi atau bathup, kemudian berendamlah di dalamnya setelah beraktivitas di bawah sinar matahari.
  4. Menghilangkan Mata Panda
    Salah satu masalah wajah yang sering dialami oleh kebanyakan orang adalah mata panda atau masalah kantung mata yang menghitam. Cara menghilangkan mata panda dapat dilakukan dengan cara membenamkan wajah ke dalam teh yang sudah basi dengan mata yang terbuka.
  5. Mencerahkan Kulit Wajah
    Kandungan senyawa polifenol di dalam ampas teh dapat digunakan untuk membuat wajah menjadi lebih cerah. Caranya dapat dilakukan dengan menggunakan ampas teh yang sudah didiamkan selama semalaman menjadi masker wajah.

Menggunakan ampas teh secara teratur sebagai masker wajah juga dapat menjadikan kulit wajah menjadi bersih, halus, kencang dan dapat mencegah terjadinya penuaan dini. Oleh karena itu, jangan terburu-buru untuk membuang ampas teh setelah mengetahui manfaatnya.

Sumber: manfaat.co.id/manfaat-teh
spirit.web.id/manfaat-ampas-teh-untuk-kulit-wajah

Apakah Takdir itu Pilihan ?

takdirPernah suatu ketika ada sebuah training. Saat itu materi yang disampaikan adalah masalah takdir. Karena ternyata peserta belum begitu memahami bagaimana hakekat sebuah takdir. Mereka mengeluh kenapa mereka ada yang kaya, dan sebagian mereka ada yang miskin.
Tiba-tiba sang trainer duduk dengan bersila dan bertanya, “Apakah saya duduk seperti ini takdir?”
“ya!”, jawab peserta.
Kemudian sang trainer duduk diatas meja dan bertanya, “Apakah saya duduk seperti ini takdir?”
“ya!”, jawab peserta kompak.
Kemudian sang trainier berdiri, sambil meletakkan salah satu kakinya diatas meja yang agak pendek, lalu bertanya kembali, “Apakah saya duduk seperti ini juga takdir?”
“Iya”, jawab peserta sambil penasaran.
“Jadi apakah boleh saya bilang bahwa takdir itu sebuah pilihan? Ketika saya ingin menjadi seorang yang baik, maka saya memilih duduk sopan dengan bersila, dan ketika saya ingin menjadi orang yang nakal, maka saya duduk diatas meja, ketika saya memilih menjadi orang yang menjengkelkan, maka saya berdiri sambil mengangkat salah satu kaki saya diatas meja, sedang kalian duduk bersila dibawah?.” tanya sang trainer
“ya sih!” jawab peserta yang mulai paham maksud dari penjelasan trainer.
“Jadi takdir itu sesuatu hal yang sudah terjadi, ketika anda saat ini menjadi sholeh, karena anda memilih pilihan yang diberikan oleh Allah untuk menjadi seorang yang sholeh, dan sebaliknya ketika anda saat ini menjadi berandalan, karena anda yang memilih takdir menjadi berandalan, dan anda sudah diberikan pilihan dan petunjuk oleh Allah, jalan manakah yang akan membawa kita ke neraka, dan jalan manakah yang akan membawa kita ke surga. Dan saat ini kita sudah memilihnya”
“Begitu juga dengan kekayaan, Allah sudah memberikan pilihan melalui petunjuk-Nya, bagaimana jalan menuju kaya, dan jalan menuju kemiskinan. Tinggal pilihan mana jalan yang akan kita lalui.”
”Banyaklah berdoa kepada Allah, agar kita selalu diberikan petunjuk tuk selalu memilih jalan benar menurut-Nya.”
———————————–

Sahabatku, mungkin sering tepintas dalam pikirian kita tentang peristiwa tersebut. Mungkin juga, ada perbedaan dalam memahami hakekat suatu takdir.
Akan tetapi yang jelas pastinya, kita tidak mengetahui bagaimana takdir kita besok (jangan percaya sama ramalan ya! Bisa-bisa syirik kita ^^).
Kita hanya berusaha dan optimis untuk menjadikan takdir kita menjadi takdir yang baik, karena Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum mereka merubahnya sendiri.
Jadi, optimislah! Dan berusahalah untuk menjalani kehidupan ini dengan perbuatan dan amalan yang terbaik. Tentunya dengan mengharap ridho-Nya saja.
*****

Sebutir Pasir

Sebutir PasirSuatu ketika, di sebuah lereng, tersebutlah seonggok sarang Elang. Di dalamnya terdapat 6 butir telur yang sedang dierami induknya. Suatu hari, terjadi sebuah gempa kecil dan mengakibatkan sebutir telur mengelinding ke bawah. Namun, induk Elang tak mengetahui hal itu. Untung lah, telur itu kuat, sehingga kemudian benda itu malah masuk ke dalam sebuah sangkar ayam. Seekor induk ayam yang sedang mengeram, lalu malah memasukkan telur itu ke dalam buaian bersama telur-telur ayam lainnya.

Beberapa saat kemudian, menetas lah telur itu, dan keluarlah seekor anak Elang yang gagah. Namun, sayangnya, ia dilahirkan di tengah keluarga ayam. Lama kemudian Elang kecil itu, tumbuh bersama anak-anak ayam lainnya. Dan si Elang kecil itupun percaya bahwa ia adalah seekor anak ayam. Ia juga mencintai sangkar dan induk ayam, namun, ada keinginan lain di hati kecilnya.

Elang kecil itu, suatu ketika, melihat elang-elang besar yang sedang mengepakkan sayapnya yang indah di angkasa. Ia kagum sekali dengan kegagahan mereka.
“Oh,” Elang kecil itu memekik.
“Andai saja, aku bisa terbang seperti burung-burung gagah itu.” katanya sambil menatap langit.
Anak-anak ayam lain tertawa mencericit. “Ha ha ha… kamu tak akan bisa terbang bersama mereka,” ujar seekor anak ayam.
“Kamu adalah ayam, dan ayam tak bisa terbang!” Hahahaha…
Tawa anak-anak ayam itu kembali memenuhi telinga si Elang kecil. “Oh, andai saja…” ujarnya pelan.
Elang kecil itu kembali menatap langit. Menatap keluarga yang sebenarnya di atas sana.

Setiap waktu, saat Elang itu mengungkapkan impiannya, ia selalu diberi nasehat, bahwa itu adalah hal yang mustahil yang bisa dilakukannya. Dan hal itulah yang terus dipelajari oleh si Elang, bahwa ia tak mungkin bisa terbang, dan mengepakkan sayapnya di angkasa. Lama kemudian, si Elang berhenti bermimpi, dan melanjutkan hidupnya sebagai ayam biasa. Akhirnya, setelah sekian lama hidup menderita, dikekang dengan semua impiannya, si Elang pun mati.

Ini adalah sebuah amsal yang baik tentang kehidupan. Ini, adalah sebuah permisalan yang indah tentang makna harapan dan impian-impian. Ada banyak sekali asa dan hasrat, yang akhirnya pupus, karena hilangnya rasa percaya dalam kalbu. Ada banyak sekali harapan-harapan yang hilang, hanya karena kita tak percaya dengan semua kemampuan yang kita miliki.

Mungkin, kita ini adalah Elang-Elang kecil, yang bisa jadi lahir dalam buaian ayam. Kita semua adalah manusia-manusia hebat, yang punya banyak potensi. Allah berikan banyak anugerah buat kita, namun seringkali rasa percaya diri itu begitu kecil, tak mampu membuat kita yakin bahwa kita mampu, bahwa kita bisa. Allah berikan banyak sekali rahmat, namun seringkali itu semua itu tak membuat kita makin bersyukur, dan mau menjadikannya sebagai pendorong dalam hati.

Kita akan menjadi apa yang kita percayai. Jadi, saat kita bermimpi untuk menjadi “elang”, teruskan impian tadi, dan coba, abaikan dulu nasehat “ayam-ayam” itu. Karena siapa tahu, kita adalah calon “elang-elang” yang akan lahir dan mengepakkan sayap dengan indah di angkasa.