Laptop Google Bisa Jalankan Semua Aplikasi Android

1405343chrome7780x390KOMPAS.com – Lama ditunggu, kehadiran aplikasi Android Chromebook akhirnya diresmikan juga oleh Google. Pengguna laptop berbasis Chrome OS itu akan bisa mengakses dan mengunduh berbagai judul software yang tersedia di Google Play Store.

Dirangkum KompasTekno dari The Next Web, Sabtu (21/5/2016), Google mengatakan bahwa semua aplikasi Android nantinya bakal dapat berjalan di Chromebook, baik yang berbasis SoC ARM maupun Intel.

“Aplikasi yang sama yang berjalan di ponsel dan tablet sekarang bisa berjalan di Chromebook tanpa mengompromikan kecepatan, kesederhanaan, dan keamanan mereka,” tulis Google dalam posting blog berisi pengumuman.

Fungsi-fungsi aplikasi ini pun nantinya bisa berjalan normal, sama dengan seperti di gadget mobile, termasuk kemampuan mengunduh dan menyimpan media untuk penggunaan secara offline.

Hanya saja, ketersediaan fitur tetap bergantung pada kelengkapan hardware Chromebook yang bersangkutan. Aplikasi Android yang membutuhkan kamera belakang, misalnya, tak bisa berjalan apabila komponen tersebut tak tersedia.

Aplikasi-aplikasi dalam Chromebook selama ini berjalan di dalam browser (serupa plug-in) sehingga platform Chrome OS praktis tak memiliki ekosistem aplikasi, meskipun tingkat keamanannya jadi sangat tinggi karena hal tersebut.

Dengan membuka akses ke aplikasi Android di Google Play, pengguna Chromebook pun bakal mendapat jauh lebih banyak pilihan software.

“Ini bagus untuk pengguna, juga developer. Selain ponsel dan tablet, kini mereka bisa menghadirkan aplikasi untuk laptop,” tambah Google.

Update Chrome OS untuk menghadirkan dukungan aplikasi Android rencananya baru akan mulai digulirkan mulai Juni mendatang secara bertahap ke sejumlah model Chromebook.

Untuk melihat model Chromebook mana saja yang bakal bisa menjalankan aplikasi Android, silakan kunjungi tautan berikut.

Sumber: kompas.com

Advertisements

Cara Praktis Usir Cicak dari Rumah

036877100_1458273923-luongiong_netLiputan6.com, Jakarta Sebagian orang mungkin tidak mempermasalahkan keberadaan cicak di rumahnya. Maklum saja, bagaimana pun cicak dapat membantu mengurangi nyamuk atau serangga di rumah.

Namun, tak sedikit pula orang yang terganggu dengan keberadaannya. Dikutip dari laman Boldsky, Jumat (20/5/2016), cicak bisa mengkontaminasi makanan dan membawa penyakit dari mikroba yang mereka bawa.

Meski jumlah cicak terkadang terlalu banyak di rumah, sebenarnya ada cara mudah untuk mengusirnya dari rumah Anda. Berikut beberapa caranya.

1. Cangkang telur
Cicak tidak menyukai bau dari cangkang telur. Maka letakkan beberapa cangkang telur di sekitar pintu rumah atau jendela yang membuat cicak enggan masuk ke dalam rumah.

2. Bawang putih
Bau bawang putih pun mampu mengusir cicak. Sehingga Anda bisa menggantung beberapa siung bawang putih di beberapa titik di rumah untuk membuat cicak keluar dari sana.

3. Campuran kopi dan tembakau
Campuran kopi dan tembakau bisa Anda letakkan di lemari atau tempat mana pun yang cicak biasa terlihat. Namun, campuran ini mematikan untuk cicak sehingga Anda perlu menyingkirkan tubuhnya yang sudah mati.

4. Bawang merah
Ini juga tidak disukai cicak. Anda bisa menghancurkannya dan menyemprotkannya di tempat-tempat di rumah yang mereka biasa terlihat untuk mengusirnya.

Sumber: liputan6.com

Ahok Dukung Hukuman Seumur Hidup Bagi Pelaku Kejahatan Seksual

e17fd1af-5253-4faa-83f0-4cc233784a7c_169Kejahatan seksual memang sudah terjadi sejak dahulu kala, namun belakangan keprihatinan meningkat seiring perhatian publik yang muncul terhadap kasus-kasus terbaru, terutama anak-anak yang menjadi korbannya. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) urun pandangan soal hukuman bagi pelaku kejahatan seksual.

“Kalau saya, tentu menganut hukuman seumur hidup,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Ahok tak setuju dengan hukuman mati, sekalipun bagi pelaku kejahatan seksual. Maka lebih baik pelaku kejahatan itu dihukum seumur hidup tanpa remisi. Sesungguhnya diskursus hukuman mati masih menjadi perdebatan fundamental.

“Saya kira inti masalah bukan di situ sebetulnya. Sama saja kayak kita berdebat, orang boleh dibunuh enggak, hukum mati enggak, kalau bawa narkoba? Bisa bertentangan,” kata Ahok.

Bahkan Ahok menilai hukuman mati malah mengenakkan para pelaku kejahatan seksual. Alih-alih diakhiri hidupnya, lebih baik pelaku kejahatan itu diberi kesempatan bertobat, syukur-syukur bisa mengajak tobat pelaku kejahatan seksual lainnya.

“Tapi kalau dibunuh juga terlalu mudah. Kalau kita mau pikir jahat juga langsung dibunuh juga keenakan dia, karena langsung selesai,” kata Ahok.

Saat ini Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) soal kekerasan seksual anak sedang disiapkan pemerintah. Pemerintah berharap DPR bisa menyetujuinya. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Malik Haramain optimis Perppu itu bisa menekan angka kejahatan seksual terhadap anak.

Perppu itu, rencananya, bakal mengatur hukuman pelaku pula, seperti hukuman mati, kebiri kimia, hingga pemasangan gelang khusus terhadap pelaku.

Sumber: detik.com